Rabu, 27 Juni 2012

Mengenal Dasar Pengenaan Pajak (DPP)


Untuk menghitung berapa besar PPN yang terutang, PKP harus mengetahui berapa besar Dasar Pengenaan Pajak-nya

Dasar Pengenaan Pajak (DPP) adalah jumlah Harga Jual, Penggantian, Nilai Impor, Nilai Ekspor, atau nilai lain yang dipakai sebagai dasar untuk menghitung pajak yang terutang.

·         Harga Jual adalah nilai berupa uang, termasuk semua biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh penjual karena penyerahan BKP, tidak termasuk PPN yang dipungut menurut UU PPN dan potongan harga yang dicantumkan dalam Faktur Pajak.
Dalam Harga Jual tidak pernah  termasuk PPN dan PPnBM
Yang termasuk dalam pengertian biaya yang merupakan unsur Harga Jual atau Penggantian sehubungan dengan penyerahan BKP atau JKP, antara lain
-         biaya pengangkutan,
-         biaya asuransi,
-         biaya bantuan teknik,
-         biaya pemeliharaan,
-         biaya pengiriman,
-          biaya garansi,
-         biaya pemasangan
-         biaya pendidikan
Contoh :
PT  Mandiri menjual 7 unit komputer kepada PT Travel, dengan harga sebagai berikut :
-         Harga Jual                                                               = Rp    70.000.000,00
-         Potongan harga 20% x Rp70.000.000               = Rp   (14.000.000,00 )
-         Biaya pengiriman                                                   = Rp           500.000,00        
-         Biaya pemasangan                                                 = Rp            250.000,00
-         Pelatihan user komputer                                      = Rp        7.000.000,00
Jumlah yang dibayar pembeli                            = Rp       63.250.000,00
Dasar Pengenaan Pajak                                      = Rp     63.250.000,00

·         Penggantian adalah nilai berupa uang, termasuk semua biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh pengusaha karena penyerahan JKP, ekspor JKP, atau ekspor BKP Tidak Berwujud, tetapi tidak termasuk PPN yang dipungut menurut UU PPN dan potongan harga yang dicantumkan dalam Faktur Pajak atau nilai berupa uang yang dibayar atau seharusnya dibayar oleh Penerima Jasa karena Pemanfaatan JKP dan/atau oleh penerima manfaat BKP Tidak Berwujud karena pemanfaatan BKP Tidak Berwujud dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean.
Dalam Penggantian tidak pernah  termasuk PPN.

-          

·         Nilai Impor adalah nilai berupa uang yang menjadi dasar penghitungan bea masuk ditambah pungutan berdasarkan   UU kepabeanan dan cukai untuk impor BKP, tidak termasuk PPN dan PPnBM yang dipungut menurut UU PPN.
Dalam Nilai Impor tidak pernah termasuk PPN dan PPnBM.
Rumusannya adalah sebagai berikut  :
Cost Insurance Freight (CIF) + Bea Masuk + Bea Masuk Tambahan = Nilai Impor

Contoh :
PT Madrid mengimpor alat elektronik ,terutang Bea Masuk sebesar 20% dan Bea Masuk Tambahan sebesar 10% dengan rincian biaya sebagai berikut :
a)      Harga Patokan Impor (CIF)                                          = Rp 100.000.000,00
b)      Bea Masuk (20% x Rp 100.000.000,00)                  = Rp  20.000.000,00
c)      Bea Masuk (10% x Rp 100.000.000,00)                  = Rp  10.000.000,00
d)      Sewa gudang                                                                   = Rp   5.000.000,00
e)      Bongkar muat                                                                  =Rp      1.500.000,00
Maka yang menjadi Dasar Pengenaan Pajak               = Rp 130.000.000,00

·         Nilai Ekspor adalah nilai berupa uang, termasuk semua biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh eksportir.


·         Nilai Lain adalah nilai berupa uang yang ditetapkan sebagai Dasar Pengenaan Pajak.
Untuk lebih memahami soal Nilai Lain silakan baca Mengenal Nilai Lain sebagai DPP

0 komentar:

Poskan Komentar